Rabu, 02 Juli 2014

Cerpen Part I Lolita

 Lolitta

“ Kamu kira aku masih bisa maafin kamu Py?”
“ Ly, kamu harus dengar dulu apa yang mau aku katakan!”
“ Nggak bisa, kamu dah ngerusak semua kepercayaan aku!”
“ Lolita, kamu mestinya bisa ngerti keadaan aku.”
“ Aku selalu berusaha ngertiin kamu, lakuin semua yang kamu minta tapi Kamu sekarang minta aku tinggalin kamu, lepasin kamu gitu aja buat dia, aku nggak bisa Pyu?”
“ Ly, bukan gitu… ?”
“ Sudahlah Py, alasan kamu tidak akan ngurangin rasa sakit hati aku. Pergilah jangan pernah mengingat aku, anggap aku tidak pernah ada!”
“ Ly, lita, Lolita….. tunggu!”
Tiga tahun sudah, tapi kata-kata itu masih saja menghantuiku, kenapa aku tidak memberinya kesempatan meneruskan penjelasannya. Kamu jahat Pyu, kamu memilih dia dan meninggalkan aku. Saat itu kamu orang yang paling aku butuhkan dalam hidupku. Bagaimana aku harus mengerti saat orang yang paling aku kasihi ingin meminta aku rela hatinya terbagi untuk wanita lain. Kini kamu ada di mana, pasti kamu bahagia hidup dengannya, sedang aku masih harus terus bergelut dengan masa lalu tentangmu.
“ eh Lit, pasti ngelamun lagi ?”
“ hah…?”
“ Benerkan, kenapa sih lo hobby banget ngelamun ? ”
“ Siapa yang ngelamun? Gue ga ngelamun kok! ”
“ Ah, lo ngeles mulu.”
“ Sudah deh Gy, kita ke kelas aja yuk di sini panas ?”
“ Ayoo, eh ngomong-ngomong kenapa sih lo masih jomblo Lit?”
“ Maksud lo ?”
“ Iya, maksud gue kenapa lo ga pacaran. Padahal banyak cowok yang suka sama lo ? “
“ Gue …. “
“Tet, tet, tet….”
“ Udah bel tuh, ntar telat di marahin bu Mar!”
“ tapi lit, ?”
“ Ayooo…!”
Gyno sahabat terdekat saat ini, dia cowok yang lumayan keren sebenarnya. Baik hati dan selalu menempel kemana saja aku pergi. Gyno selalu bertanya kenapa aku belum punya pacar sampai saat ini. Aku masih belum bisa menceritakan masa laluku, aku mau menghapusnya tanpa ada lagi yang tahu tentang Pyu atau pun rasa sakit hatiku.
“ Loly….Lolita Permatasari?”
“ Apa-apaan sih Lo Gy, manggil nama gue?”
“ hehe, becanda gue Lit!”
“ Norak lo!”
“ Loh, kok lo marah sih? “
“ Gue nggak suka!”
“ kenapa? Itu kan nama lo ?”
“ Akh,, !”
“ oke, gue minta maaf Lit. gue ga bakalan kaya gitu lagi !”
“ Akh, sudahlah. Ga usah bahas itu lagi!”
“ Iya, pulang yuk?”
“ hum’uh. ”
Kenapa aku harus marah sama Gyno, dia ga salah. Tapi pangilan itu membuatku kembali kemasa lalu. Ya tuhan sampai kapan aku harus benci semua ini. Aku lelah, aku mau semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa harus ada masa lalu itu.
“ Gas, cewek yang biasanya gue ceritaan ke lo makin aneh aja.”
“ Emang kenapa?”
“ Gue Tanya kenapa dia ga pacaran ga pernah dijawab, terus tadi gue manggil nama panjangnya dia marah-marah. Ga ngerti deh gue, padahal gue rasa gue dah dekat banget sama dia.”
“ Haha, elo sih naksir cewek aneh. Lagi dapet mungkin dia, jadi marah-marah mulu!”
“ Sialan Lo! Biar dia aneh tapi dia baik hati dan cantik! ”
“ waduh, kayak pujangga aja Lo!”
“ Brengsek lo Gas, kapan Lo Kesini lagi ?”
“ Haha…kenapa lo kangen ya?  Siapa sih cewek  yang membuat sepupu gue yang berhati batu ini jatuh cinta ? ntar  gue kesana pas liburan kuliah !”
“ Namanya Lolita Permatasari, be…. ?”
“ Sii, siapa?”
“ Lo kenapa sih Gas, Lolita Permatasari bagus kan namanya ?”
“ Tut, tut, tut…. “
“ Gas, Bagas… sialan lo? Malah dimatiin!”
Lolita Permatasari, apa mungkin itu Loly. Ya Tuhan, apa ini pertanda dariMu atas doa-doaku. Aku ingin sekali bertemu dengannya, ingin menjelaskan semuanya. Aku tidak pernah sedetikpun mampu melupakan dia, apalagi mengahapus dia dari hidupku. Aku harus melakukan sesuatu, aku harus memastikan semuanya.
***
“ Lita… ?”
“ Apa…?”
“ Lo cantik banget sih hari ini!”
“ Maksud lo, biasanya gue ga cantik ya ?”
“ emmm… bukan gitu maksudnya?”
“ Udah deh Gy, lo kenapa sih?”
“ Gu, gu, gue tu suka sama Lo? “
“ Oh, wajar aja sih gue kan cantik, baik hati, pinter, pastilah lo suka sama gue, haha!”
“ Lolita gue serius ! “
“Gue juga suka sama lo, kalo ga suka mana gue mau jadi temen lo ?”
“ Bukan suka yang kayak gitu ?”
“ Ah, gue lapar makan yuk… traktir gue ya, hehe ?”
“ Gue ga laper! “
“ Gy, Gy… Gyno…. Lo mau kemana? “
“ … “
Gyno marah, apa aku nyakitin dia. Aku ngerti maksud kamu Gy, aku juga suka sama kamu tapi aku takut untuk jatuh cinta lagi Gy. Terlalu menyakitkan bila aku nanti harus kehilangan lagi. Aku nggak bisa membalas perasaan kamu sekarang, aku belum siap. Masih terlalu kuat Pyu dihati aku.
***
“ gr…gr…gr… “
From : Bagas Pyu Ardinata
“jmput gw di stsion jm 2 ya!”
To : Bagas Pyu Ardinata
O.K.. knp si lo g  blng2 mw kbndng..
“ ada-ada aja ne anak!”
***
“ Gy, pulang bareng yu? “
“ Sorry gue ga bisa!”
“ Kenapa? Lo masih marah ya? Gue minta maaf! “
“ Nggak ko, itu kan hak lo! “
“ Gy, dengerin gue dulu, gue ngerti perasaan lo gue …!”
“ Nanti aja ya, gue harus pergi sekarang. Hati-hati dijalan ya Lit!”
“ Gy,,,?”
“ …”

biarkan aku mengenang dalam mimpi burukmu

hilang tak lenyap, mati maka musnah.
melara bukan duka, tapi siksa nyawa.
di otak ini berontak, dihanti kan memuja,
teriak, melarang, menjauh, marah tak akan mampu, tetap tak bisa menghilangkan bayangan itu
datang, hilang, muncul, mengwawang-awang
kemana, dimana kepastian nafas itu terhembus?
masih terus ku cari, ingin ku raih lagi dan kugapai hangat usapan tangan itu
hilang tak lenyap
mati maka hilang
terus jangn hentikan kau hantui aku, karena ku masih rindukan kasihmu
datang, temui aku selalu di dalam mimpi dalam angan dan hayal ku
jangan tinggalkan hidupmu, biarkan aku selalu menikamati dirimu dalam mayaku
ku tak mampu, masih tak rela hanya untuk sekedar tak menginat mimpimu
dan kini
hilang telah lenyap dan benar-benar tinggalkan aku....

by.AnitaF

8 tahun telah berlalu...

8 tahun tlah aku lewati khdupan ku dgn nafas yg trlahr atas dsar mcintai dirimu....
Hingga detik ini tak sdikt pun rsa yg ad it luntur, untk slamax dia akan mwarnai dinding2 hati ku...
Meski aku tak akan prnah mmilikimu untk kapan pun...
Ijinkanlah aku ttp brnafas, untk skdar mlihat kau mnatapku...
Andai smuax adalah mimpi, mka akan kujadian hdupku slalu mmimpikan it...


by.AnitaF

ku hapus bersama hujan...

hujan kau bantu aku menghapys air mata ku...
meski air mata ini tetap mengalir deras sederas aliran luka ini...
kali ini aku benar-benar terpuruk, aku akan selamanya kehilanganmu...
aku tahu, aku memang belum sempat memilikimu, tapi aku sempat menjadi penghuni kalbuku...
bila hari ini aku menangis karenamu, maka aku tak akan mudah mengapusmu...
...
buka sedikit kebekuan hatimu, izinkan aku mencairkannya...
i will love you forever....


by.AnitaF

mimpi kosong

Semua yang ku tulis ketika kita masih bersama akan selalu aku simpan, biarkan aku mengenangmu dengan caraku sendiri karena dengan cara itu kisah kita akan abadi. Aku biarkan tinta-tinta yang kutulis telah kering tetapi tulisan itu akan tetap terbaca dalam kenanganku. Cerita kita mungkin sama saja dengan cerita orang lainnya, tapi kenangan kita hanya kita yang bisa merasakannya. Meski bukan kenangan bahagia tetapi cerita tetangmu bisa buatku tak bisa memejamkan mata, karena disana tersimpan rasa yang besar, rasa yang dilengkapi perasaan ingin memiliki, ingin selalu bersama…..
Aku ingin dia memiliki rasa yang sama sepertiku, andai itu terjadi pasti duniaku akan lebih cerah . Tak harus aku menjadi kekasihnya saat ini, tapi aku ingin mendampingi hidupnya kekasih sejatinya sampai dia menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya. Aku ingin menjadi sahabat yg selalu menarik sudut bibirnya agar selalu tersenyum, kekasih yang bisa menghapuskan rasa lelahnya, menyapu rasa ragunya dan menuliskan selalu ketenangan dalam jiwanya. Aku ingin dia menjadi lelaki terakhir yang aku cintai, yang ku bagi kasih sayang, begitupun aku baginya. Melengkapi hidup yang tak sempurna dengan kekasih hati yang mencintai dengan indah akan membalut jiwa dengan kekuatan yang besar dan  senantiasi menopangku ketika aku akan terjatuh. Ijinkan aku Tuhan menjadi bagian dari hidupnya, jika tetap tak bisa biarkanlah kenanganku tetap ada dalam kehidupannya.


by.AnitaF